Ini Alasan Kuat BTS 5G Bukan Pemicu Penyebaran Virus Corona

Ini Alasan Kuat BTS 5G Bukan Pemicu Penyebaran Virus Corona

LONDON – Rakyat Inggris telah membakar 159 base transceiver station (BTS) 5G karena percaya sebagai penyebar virus Corona baru . Padahal sampai sekarang tidak ada dasar ilmiah untuk teori konspirasi tersebut. (Baca juga: Dituding Sebar Virus Corona, Rakyat Inggris Hancurkan 159 BTS 5G )

Teori menyesatkan ini dengan cepat menyebar ke berbagai media sosial. Hal ini memaksa FEMA dan FCC menegaskan teknologi 5G tidak akan menyebabkan virus Corona baru.

Giz China menyatakan, semua teori konspirasi yang mencoba menghubungkan teknologi 5G dengan virus Corona baru tidak memiliki bukti. Virus ini juga menyebar di negara-negara yang tidak memiliki jaringan 5G.

Secara keseluruhan, tidak ada korelasi antara pembangunan 5G dan epidemi virus Corona baru. Meski keduanya terjadi pada saat bersamaan, sama sekali tidak ada hubungan di antara keduanya.

Baca Juga:
  • Indosat Ooredoo MPWR Membidik Generasi Digital, Ini Promo Super-Hematnya
  • 3 Indonesia Perkuat Kualitas Layanannya dengan 4.5G Pro di Kalimantan

Profesor Steven Powis, Direktur Medis NHS Inggris, menegaskan, menghubungkan 5G ke virus Corona baru adalah mengejutkan dan mutlak sebagai omong kosong. Pemerintah Inggris juga melihat klaim ini sebagai “omong kosong berbahaya”.

Jaringan 5G Punya Radiasi Frekuensi Rendah
Teori konspirasi ini percaya bahwa virus Corona baru dapat menyebar melalui jaringan 5G. Teori juga percaya bahwa jaringan 5G memengaruhi sistem kekebalan manusia.

Namun tak satu pun dari klaim ini benar. Jika ingin memahami mengapa 5G tidak terkait dengan virus, Anda harus memahami mengapa gelombang elektromagnetik 5G tidak memiliki daya yang cukup untuk merusak sel manusia dan menyebarkan virus. Mirip dengan jaringan 4G dan 3G sebelumnya, gelombang elektromagnetik yang digunakan dalam jaringan 5G memiliki radiasi non-pengion frekuensi rendah. Tidak seperti sumber radiasi pengion, gelombang elektromagnetik 5G berada di ujung spektrum yang lemah (tidak berbahaya).

Oleh karena itu, gelombang elektromagnetik 5G tidak cukup untuk memanaskan sel manusia dan melemahkan sistem kekebalan. Simon Clarke, seorang profesor mikrobiologi seluler di University of Reading, mengatakan, dalam wawancara baru-baru ini dengan BBC, bahwa gagasan jaringan 5G akan mempengaruhi sistem kekebalan manusia tidak dapat dipertahankan.

Demikian pula, gelombang radio dan virus menyebar secara berbeda. Penularan antarpribadi dari virus Corona baru biasanya melalui batuk, bersin, dan tetesan dari pasien. Satu-satunya virus yang dapat ditularkan melalui gelombang radio adalah virus komputer, bukan virus biologis. (Baca juga: Pemerintah Malaysia Kecam Parodi Pelecehan Lagu Indonesia Raya dan Jokowi )

(iqb)

Close