Ini Alasan Kenapa Sekolah Tatap Muka Perlu Segera Dilakukan

Ini Alasan Kenapa Sekolah Tatap Muka Perlu Segera Dilakukan
M Purwadi

Ini Alasan Kenapa Sekolah Tatap Muka Perlu Segera Dilakukan
Sejumlah murid mengikuti proses belajar mengajar dengan tatap muka di sekolah. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA – Sejumlah pemerhati sosial menilai kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) mendesak untuk segera dilakukan. Hal ini guna menghindari anak Indonesia dari kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar (learning loss).

“Dilakukannya pembelajaran tatap muka menjadi suatu hal yang baik, khususnya terkait penguatan interaksi siswa. Konsep hybrid yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ), tepat digunakan pada situasi saat ini,” ujar Pemerhati Sosial Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati dalam keterangan tertulisnya, Rabu, (17/3/2021).

Baca juga: Dipantau Satgas, Sekolah di Jateng Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

Dia menjelaskan, PJJ mendorong anak untuk bisa dengan mudah dan kreatif mengeksplorasi pengetahuan. Sementara, PTM akan membantu manifestasinya.”Budaya daring akan mengisi kognisi, tetapi untuk melatih dan mempraktikkan membutuhkan ruang offline. Ke depan akan sangat sulit dihindari kehidupan hybrid ini,” ujar dia.

Baca Juga:
  • Simulasi Sekolah Tatap Muka, Ganjar: Jumlah Maksimal Per Kelas hanya 50%
  • Kampus Mengajar Akan Membantu Pembelajaran di SD Terakreditasi C
  • Siswa Terancam Learning Loss, Pembelajaran Tatap Muka Mendesak Dilakukan

PTM juga dinilai akan membuat proses transformasi pendidikan yang mengedepankan kerja sama, interaksi antar-siswa dan guru di kelas berjalan efektif. Dalam konteks hubungan sosial berbasis data yang telah dirilis sejumlah lembaga kredibel, para siswa juga sangat merindukan interaksi dengan temannya secara langsung.

Devie menjelaskan interaksi langsung di kelas dapat menjadi media rekreasi dan refreshing yang menyenangkan bagi anak saat mereka merasa lelah dan bosan. PTM juga dapat mengikis budaya ketergantungan anak kepada orang tuanya yang secara tidak langsung tercipta selama masa pandemi.

Baca juga: Ini Hal-hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Belajar Tatap Muka di Sekolah

“Karakter ketergantungan mudah-mudahan setelah nanti kembali adanya ruang luring tidak lagi terjadi,” ucapnya.

Data UNICEF Education Covid-19 Response Oktober 2020 mencatat, Indonesia adalah satu di antara empat negara di Asia Timur dan Asia Pasifik yang belum melakukan PTM secara penuh. Sampai akhir Oktober tahun lalu, 85 persen negara di dua kawasan tersebut sudah membuka sekolah secara penuh.

Khusus Indonesia, UNICEF selama 18-29 Mei 2020 dan 5-8 Juni 2020 juga telah menerima lebih dari 4.000 tanggapan dari siswa di 34 provinsi terkait PTM. Hasilnya, 87 persen siswa ingin segera kembali ke sekolah. Bahkan, 88 persen dari mereka bersedia mengenakan masker di sekolah dan 90 persen telah memahami urgensi menjaga jarak fisik jika PTM dilaksanakan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merilis bahwa telah ada sekitar 34.200 sekolah atau 15 persen yang sudah menggelar PTM di tengah pandemi covid-19.

(mpw)
preload video
Berita Terkait
  • sekolah tatap muka
  • pembelajaran tatap muka
  • sekolah
  • pembelajaran jarak jauh pjj
  • Uang Study Tour Dialihkan ke SPP, Sekolah SMP-SMA Bintara Depok Diduga Intimidasi Siswa
  • Jateng Segera Buka Pembelajaran Tatap Muka, Ini Pesan Ganjar Pranowo
  • Ridwan Kamil Dorong KPPI Jabar Bangun Sekolah Politik Perempuan
  • Dipantau Satgas, Sekolah di Jateng Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka
  • Sekolah di Jateng Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka
  • Kasus Covid-19 di Bogor Raya Masih Tinggi, Pemkab Bogor Izinkan 170 Sekolah Dibuka
  • Simulasi Sekolah Tatap Muka, Ganjar: Jumlah Maksimal Per Kelas hanya 50%
  • Kampus Mengajar Akan Membantu Pembelajaran di SD Terakreditasi C
  • Siswa Terancam Learning Loss, Pembelajaran Tatap Muka Mendesak Dilakukan
  • Komite Sekolah di Blitar Kompak Desak Belajar Tatap Muka Segera Digelar
TULIS KOMENTAR ANDA!

Berita Rekomendasi
  • Minta Tambah 10 Menit Ditolak Zidane, Ramos: Jangan Menilai Madrid dari Tanggal Lahir!
  • Israel Umumkan Berhasil Temukan Gulungan Laut Mati
  • Tuban Gempar, Pemuda Terekam Cium Alat Kelamin Wanita di Kafe Saat Siang Bolong
  • Daftar 6 Tim di Perempat Final Liga Champions
  • Jhoni Allen Masih Hadiri Rapat DPR, Demokrat Beri Sindiran Pedas
  • Kader Senior Demokrat Unggah Foto Tersenyum Bareng, Cuma Darmizal yang Menunduk
  • Pintu Negosiasi Tertutup, Ruli Ngotot Pagar Beton Miliknya Tidak Dibongkar

Close