Indonesia Harus Tumbuhkan Kultur Belanja Lokal Baru

JAKARTA – Brand Consultant sekaligus Founder M Bloc Handoko Hendroyono mengatakan, Indonesia harus menumbuhkan sebuah kultur berbelanja lokal baru. Pasalnya, Indonesia memiliki peluang dan momentum yang sangat besar.

( Baca juga:Urutan K/L Paling Doyan Belanja, Sri Mulyani: Posisi Pertama Mudah Ditebak )

“Belajar dari Italia juga sebagai referensi. Jadi kita nih memang harus menumbuhkan sebuah kultur berbelanja lokal baru. Dan itu sebenarnya peluangnya besar sekali, momentumnya besar sekali. Kita tahu kalau Italia dengan kekayaan kulinernya ya jadi istilahnya gastro diplomacy, dan Indonesia kan memiliki kekuatan yang sangat luar biasa,” katanya dalam acara Ngobrol Bareng Pelaku Kreatif, Selasa (23/3/2021).

Menurut dia, Indonesia memiliki market yang sangat besar karena pelaku ekosistemnya sudah sangat kuat. “Saya melihat anak-anak muda ini sangat mengapresiasi. Justru muncul dari konsumen dan pelaku yang sangat kuat. Konsumen itu sangat mencari sesuatu yang source-nya dekat. Tadi Kang Triawan sudah membuka dengan wellness gaya hidup sehat. Itu kekinian banget,” ujar Handoko.

Baca Juga:
  • Polri Siapkan Penghargaan kepada Warga yang Aktif Laporkan Pidana Medsos
  • Enesis Group Gelar Diskon Gede di Shopee Day 2021
  • Ketua DPD Nilai Butuh Kreativitas Percepat Pemulihan Ekonomi

Terkait bisnis online, menurut Handoko, ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan. Pertama adalah izin produksi rumah tangga (P-IRT), kemudian BPOM, lalu packaging, sourcing, dan terakhir sosial media. Menurutnya, packaging atau kemasan merupakan salah satu yang sangat penting dari penampilan.

( Baca juga:Penyalahgunaan 1000 Liter Solar Subsidi Dibongkar Tim Rayon Polresta Manado )

“Kita bikin apps namanya ‘Scan To Go’ jadi ketika misalnya sebuah produk discan akan ketahuan sourcingnya dari mana. Misalnya, kalau madu ini dari pohon yang dipetik 30 meter dari tanah. Itu kan narasi yang kuat atau misalnya madu Baduy ternyata di tanah munculnya. Terakhir itu sebenarnya dari sosial media, sosial media itu juga salah satu pemerhati yang baik,” ucap Handoko.

(uka)

Close