SUBANG – Memasuki hari ke sembilan bulan Ramadhan , jumlah pemudik yang melintasi Jalur Pantura Subang , mulai mengalami peningkatan.

Mereka mengaku memilih mudik lebih awal untuk menghindari adanya penyekatan dari aparat kepolisian dan larangan mudik pemerintah.

Kemarin, Rabu (21/4/2021), suasana arus lalu lintas di Jalur Pantura Subang, Jawa Barat (Jabar) terpantau cenderung padat, para pemudik yang hendak pulang ke kampung halamannya sudah sering terlihat melintas.

Hindari Penyekatan Petugas, Warga Nekat Mudik Duluan

Baca juga: Akal Cerdik Pemudik Hindari Cegatan Polisi, Rela Naik Motor dan Tinggalkan Pekerjaan demi Rindu

Larangan mudik dari pemerintah membuat warga ibu kota memilih mudik lebih awal, rata-rata mereka yang mudik saat ini yaitu para pedagang yang tidak berjualan saat bulan ramadhan.

Baca Juga:
  • Ketimbang Denda Rp100 Juta, Lebih Baik Tutup Akses Darat untuk Cegah Mudik
  • Lebaran Masih Nekat Mau Mudik? Siap-siap Dikarantina 5 Hari dengan Biaya Sendiri
  • Begini Cara Menghitung Kapan Lailatul Qadar Turun Tahun Ini

Seperti pemudik yang sedang beristirahat di spbu ciasem ini, mereka mengaku memilih mudik lebih awal untuk menghindari adanya penyekatan dari petugas, apalagi saat ini tidak memiliki penghasilan karena tidak berjualan.

“Katanya kan kita tidak boleh mudik dari tanggal 6 Mei, makanya kami memilih mudik duluan, apalagi kami sudah tidak punya kerjaan, jadi kami sekeluarga memilik lebih awal mudik,” kata pemudik roda empat, Diki Firmansyah saat beristirahat di area SPBU.

Hindari Penyekatan Petugas, Warga Nekat Mudik Duluan

Baca juga: Resmikan Alun-alun Majalengka, Ridwan Kamil Titip Pesan Ini

Senada diungkapkan pemudik motor, Sutarno. Dia menyebutkan, tujuannya memilih mudik duluan untuk menghindari larangan mudik di tanggal 6 Mei 2021. “Pada tanggal itu kan sudah PSBB dan dilarang mudik, makanya kami mudik duluan,” ujarnya.

Para pemudik juga mengaku memilih malam hari karena untuk menghindari panasnya terik matahari.

(nic)