Harga Sayuran di Cimahi Naik 40-60%, Plt Wali Kota Sebut Rezekinya Petani

Harga Sayuran di Cimahi Naik 40-60%, Plt Wali Kota Sebut Rezekinya Petani

CIMAHI – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana melakukan sidak ke dua pasar tradisional untuk memantau harga kebutuhan pokok, Rabu (23/12/2020).

Pasar yang didatangi Plt Wali Kota bersama Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin), dan jajaran UPTD Pasar adalah Pasar Antri dan Pasar Atas Baru.

“Ini agenda untuk memantau harga-harga kebutuhan pokok menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Hasil pantauan harga stabil, kalaupun ada kenaikan masih dalam koridor yang wajar,” kata Ngatiyana usai sidak.

Dirinya sempat berbincang-bincang dengan sejumlah pedagang, menanyakan harga beras, gula, dan minyak goreng, semuanya masih stabil. Termasuk juga stok ketersediaan barang, apakah masih banyak atau habis.

Baca Juga:
  • Perusahaan di Cimahi Belum Ada yang Minta Penangguhan UMK Tahun 2021
  • Kementan Minta Pemda Optimalkan Kinerja BPP KostraTani

Beberapa komoditas memang mengalami kenaikan, seperti ayam potong semula Rp33.000 menjadi Rp35.000. Yang cukup signifikan adalah kenaikan harga sayur-sayuran, semisal cabai rawit, tomat, timun, brokoli, dan masih banyak lagi.

Seperti timun yang awalnya Rp5.000 kini menjadi Rp18.000, cabai rawit asalnya hanya Rp20.000 sekarang menjadi Rp60.000. Sementara harga beras dan daging sapi masih tetap dan tidak terjadi lonjakan kenaikan.

“Harga sayur-sayuran naiknya cukup tinggi dan ada yang sampai 40%-60%. Tapi mungkin ini lagi rezekinya petani setelah diawal-awal pandemi COVID-19 harganya sempat anjlok,” tuturnya.

Secara keseluruhan, dirinya menilai kenaikan harga bahan-bahan kebutuhan pokok di Kota Cimahi masih relatif wajar.

Close