PALEMBANG – Ikan giling berformalin sebanyak 8,3 ton, berhasil diamankan Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polrestabes Palembang, saat menggerebek gudang di Pasar Ikan Induk Jakabaring, Kota Palembang, Jumat (30/4/2021) sekitar pukul 21.00 WIB.

Baca juga: Ditemukan Daging Ikan Giling Mengandung Boraks di Pasar Tradisional Kota Baturaja

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra didampingi Kasat Reskrim, Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi mengatakan, bahwa penggerebekan besar ini didukung jugal oleh BPOM Sumsel, dan Balai Karantina Ikan Klas 1 SMB II Palembang.

“Alhamdulillah, setelah melakukan penyelidikan selama tiga hari kita berhasil mengungkapnya, dan ikan giling berformalin ini akan diedarkan atau dijual sebelum Lebaran Idul Fitri nanti,” katanya. Baca juga: Tersangka Antigen Bekas di Bandara Kualanamu Raup Duit Rp1,8 Miliar

Baca Juga:
  • Pukuli dan Paksa Cucu Jadi Pengemis, Nenek Suryani Terancam 10 Tahun Penjara
  • Layanan Rapid Test di Bandara Kualanamu Tanpa Izin Dinkes Sumut
  • Bupati Bogor Ade Yasin Targetkan Ada 1.000 Penghafal Alquran pada 2023

Dijelaskan Irvan, pengungkapan kasus ini setelah tim gabungan menggelar operasi di Pasar Induk Jakabring, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring belum lama ini. “Dari hasil sidak itu didapat 1 kg daging giling merek ISTI mengandung bahan kimia berhaya berupa formalin atau bahan pengawet mayat,” jelas Irvan.

Dalam pengerbekan itu juga tim berhasil mengamankan terduga tersangka yaitu inisial Z, yang merupakan agen ikan giling merk ISTI, dan seorang terduga tersangka dari CV CI selaku pemilik ikan giling merk ISTI.

“Serta barang bukti delapan ton ikan giling yang berformalin milik CV CI, dan 300 kg ikan giling berformalin milik tersangka Z, selaku agen daging giling di Pasar Induk Jakabaring,” jelasnya. Baca juga: Soal Penyebutan KKB Papua Diubah Jadi Kelompok Teroris, PMKRI Minta Pemerintah Kaji Ulang

Oleh karena itu, kedua tersangka dijerat pasal 8 ayat 1 huruf a, g dan l UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen , pasal 136 dan atau pasal 141 UU No. 18/2012 tentang Pangan. “Ancamannya pidana penjara paling lama lima tahun,” tegasnya.

Sementara itu Tedi selaku pihak BPOM juga menjelaskan bahwa ikan giling berformalin itu merupakan jenis ikan kakap. “Diketahui formalin itu berdampak jangka panjang terhadap kesehatan manusia, karena formalin merupakan bahan kimia pengawet mayat,” pungkasnya.

(eyt)