Erdogan: Penyerbuan Parlemen AS Adalah Aib dan Mengejutkan Umat Manusia

Erdogan: Penyerbuan Parlemen AS Adalah Aib dan Mengejutkan Umat Manusia

ANKARA – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyebut serangan terhadap gedung Parlemen Amerika Serikat (AS) oleh pendukung Donald Trump sebagai aib yang telah mengejutkan umat manusia. Ini adalah kecaman terbaru dari pemimpin dunia soal penyerbuan tersebut.

Erdogan sangat menyayangkan serangan, yang ditujukan untuk membatalkan kemenangan Joe Biden dan merupakan aib bagi negara yang merupakan tanah kelahiran demokrasi tersebut. ( Baca juga: Penerbitan EUA, BPOM Gunakan Hasil Uji Klinik Turki dan Brasil )

“Ini adalah aib bagi demokrasi. Kami berharap transisi ke Biden pada 20 Januari akan damai dan Amerika akan kembali damai,” kata Erdogan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Sabtu (9/1/2021).

Dia kemudian menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka yang tewas dalam serangan tersebut. ( Baca juga: Turki Mengaku Prihatin dengan Penyerbuan Kantor Parlemen AS )

Baca Juga:
  • Beasiswa Fulbright untuk S2-S3 Buka Pendaftaran Sampai 15 Februari
  • TikTok Hapus Semua Video dan Tagar Terkait Kerusuhan di Capitol

Seperti diketahui, total lima orang meninggal dalam kekerasan tersebut. Terbaru adalah seorang personel Kepolisian US Capitol, Brian Sicknick, telah meninggal karena luka-luka yang dideritanya.

Terkait dengan transisi, Trump mengumumkan bahwa dia akan mengalihkan kekuasaan kepada Biden pada 20 Januari, meskipun dia tidak setuju dengan hasil pemilihan negara itu. Pernyataan ini datang setelah Parlemen AS mengesahkan hasil pilpres AS.

“Meskipun saya sama sekali tidak setuju dengan hasil pemilu, dan fakta menunjukkan kepada saya, namun akan ada transisi yang tertib pada 20 Januari,”kata Trump dalam pernyataan yang diunggah di laman Twitter Wakil Kepala Staf Komunikasi dan Direktur Media Sosial Gedung Putih, Dan Scavino.

“Saya selalu mengatakan kami akan melanjutkan perjuangan kami untuk memastikan bahwa hanya suara sah yang dihitung. Sementara ini merupakan akhir dari masa jabatan pertama terbesar dalam sejarah kepresidenan, ini hanyalah awal dari perjuangan kami untuk membuat Amerika hebat lagi!” sambungnya.

(esn)

Close