MOJAVE Pesawat terbang raksasa Stratolaunch melakukan uji terbang untuk kedua kalinya pada Kamis lalu. Pesawat jet ini terbang ke langit di atas gurun Mojave, California Selatan.

Pesawatterbang dengan dua badan dan enam mesin Boeing 747 dengan lebar sayap terpanjang di dunia lepas landas dari Mojave Air dan Space Port dua tahun setelah penerbangan perdananya, menyusul perubahan kepemilikan dan tujuan.

Baca juga: Pesawat Terbesar di Dunia Lakukan Uji Terbang Pertama

“Kami mengudara,” cuit perusahaan Stratolaunch sekitar pukul 07:30 pagi seperti dikutip dari AP, Sabtu (1/5/2021).

Pesawat raksasa itu dilaporkan mendarat dengan aman di atas 28 rodanya setelah melakukan penerbangan sekitar tiga jam. Pihak Stratolaunch menyebut uji terbang itu sukses.

Baca Juga:
  • Besok Garuda Operasikan Pesawat Berbadan Lebar untuk Rute Jakarta-Denpasar
  • Trigana Air Tergelincir Keluarkan Percikan Api, GM Bandara Halim: Karena Ada Gesekan
  • Inilah 5 Hikmah dan Manfaat Menjalankan Ibadah Puasa

Dinamakan Roc, pesawat berbadan ganda ini memiliki lebar sayap 117 meter. Pesawat ini awalnya dikembangkan oleh salah satu pendiri Microsoft Paul G. Allen, yang meninggal hanya beberapa bulan sebelum pesawat itu terbang untuk pertama kalinya pada April 2019 lalu.

Allen bermaksud menggunakannya sebagai pesawat pengangkut untuk peluncuran luar angkasa, membawa roket bermuatan satelit di bawah bagian tengah sayap dan melepaskannya di ketinggian.

Baca juga: Penumpang Lempar Koin ke Mesin Jet untuk Keberuntungan, Pesawat China Batal Terbang

Pemilik baru awalnya berencana untuk menggunakannya sebagai pesawat pengangkut untuk peluncuran kendaraan penelitian penerbangan hipersonik yang dapat digunakan kembali.

Penerbangan hipersonik digambarkan sebagai penerbangan dengan kecepatan setidaknya Mach 5, atau lima kali kecepatan suara.

(ian)