Di Tengah Pandemi COVID-19, Kabupaten Serang Lepaskan Status Pengangguran Tertinggi di Banten

SERANG Pemerintah Kabupaten Serang mampu mencatat pencapaian pembangunan yang positif meski di tengah pandemi COVID-19 . Salah satunya melepaskan status pengangguran tertinggi di Banten yang disandang sejak tahun 2012 silam.

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah menyebutkan, predikat angka pengangguran tertinggi di Banten yang disandang Kabupaten Serang sejak tahun 2012 sudah terlepaskan.

Baca juga: Sembuh dari COVID-19, Ini Yang dilakukan Bupati Serang Ratu Tatu

“Berdasarkan data BPS, per Agustus 2020 angka pengangguran di Kabupaten Serang sebesar 12,22% dan berada di urutan tertinggi ketiga dibandingkan delapan kabupaten/kota di Banten,” ujarnya saat menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) akhir tahun 2020, dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Serang, Kamis (1/4/2021)..

Baca Juga:
  • Industri Farmasi Punya Peran Strategis Mengatasi Pandemi
  • Ridwan Kamil Sebut Lembaga Penyiaran Berperan Penting dalam Penanganan COVID-19
  • Manulife Ikut Aktif Mendengungkan 3T untuk Hadapi Pandemi

Serang juga mampu mencatatkan kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Banten tahun 200. IPM Kabupaten Serang 2020 naik 0,48 poin, menjadi 66,70 poin dibandingkan dengan 2019 yang mencapai 66,38 poin.

Baca juga: Bandung Gempar, Densus 88 Geledah Rumah Kontrakan Habib Temukan Atribut FPI

“Fokus program Pemkab Serang adalah pada pencapaian IPM, karena indikator pembangunan ini mengarah pada kebutuhan dasar masyarakat. Dan alhamdulillah, mengalami peningkatan terbaik di Banten,” ujarnya.

Menurutnya, laporan yang disampaikan kepada DPRD merupakan progress report tahunan tentang hasil penyelenggaraan urusan pemerintah daerah Kabupaten Serang. “Ada yang perlu dievaluasi, tetapi berdasarkan angka BPS, banyak indikator pembangunan yang menunjukkan peningkatan terbaik,” kata Tatu usai rapat paripurna DPRD Kabupaten Serang, Kamis (1/4/2021).

Close