TEL AVIV – Delegasi resmi Israel diperkirakan mengunjungi Mesir pekan depan untuk membicarakan kesepakatan pertukaran tahanan antara Tel Aviv dan kelompok pejuang Palestina Hamas.

“Para tahanan Palestina yang dituduh terlibat dalam serangan terhadap Israel akan termasuk di antara mereka yang dibebaskan jika kesepakatan pertukaran disepakati,” ungkap laporan Perusahaan Penyiaran Israel (IBC).

Pihak berwenang Mesir belum mengomentari laporan tersebut.

Baca Juga:
  • Israel Cegah Para Pasien Kanker Tinggalkan Gaza untuk Perawatan di Yerusalem
  • Setelah Perang Berdarah 11 Hari, Hamas Ajak Israel Tukar Tawanan

Baca juga: Polisi Israel Tabrak Bocah Yerusalem karena Pasang Bendera Palestina di Sepeda

Diperkirakan 4.500 warga Palestina diyakini ditahan di penjara Israel, termasuk 41 wanita, 140 anak di bawah umur, dan 440 tahanan administratif, menurut data yang dikumpulkan organisasi hak-hak tahanan.

Baca juga: Menteri Israel Pimpin Penyerbuan Pemukim Yahudi di Masjid Al-Aqsa

Sementara itu, Hamas menahan empat warga Israel, termasuk dua tentara.

Baca juga: Bennett, Calon PM Israel Pengganti Netanyahu yang Sebut Tak Ada Negara Palestina

Pada Senin, pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, mengatakan, “Ada peluang nyata untuk membuat kemajuan dalam pertukaran tahanan dengan Israel setelah mengadakan pembicaraan dengan kepala intelijen Mesir Abbas Kamel di Gaza.”

Pada Minggu, Kamel bertemu Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk pembicaraan tentang gencatan senjata Gaza dan rekonstruksi wilayah Palestina.

Gencatan senjata yang ditengahi Mesir yang mulai berlaku pada dini hari 21 Mei mengakhiri pemboman 11 hari oleh Israel di Jalur Gaza.

Serangan Israel di Gaza dan Tepi Barat menewaskan 289 orang, termasuk wanita dan anak-anak, dan meninggalkan jejak kehancuran.

Pusat kesehatan dan kantor media, serta sekolah, termasuk di antara bangunan yang menjadi sasaran serangan Israel.

(sya)