TAIPEI China memperkuat kemampuannya untuk menyerang dan memblokade Taiwan , mengerahkan rudal jarak jauh untuk mencegah pasukan asing membantu jika terjadi perang dan menggunakan perang psikologis untuk merusak kepercayaan pada militer Taiwan. Hal itu diungkapkan Kementerian Pertahanan Taiwan dalam tinjauan pertahanannya.

Dalam tinjauannya, Kementerian Pertahanan Taiwan memperingatkan, China mengerahkan taktik perang “zona abu-abu” untuk menaklukkan pulau yang diklaim sebagai bagian dari wilayahnya itu, berusaha untuk melemahkan Taiwan dengan latihan berulang kali dan aktivitas di dekat wilayah udara serta perairannya.

“China terus memodernisasi militernya dan meningkatkan kemampuannya dalam perang dengan Taiwan,” bunyi tinjauan itu seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (20/3/2021).

Baca juga: Soal Invasi, Menhan Taiwan: Berapa Lama China Ingin Bertempur?

Baca Juga:
  • Dialog AS-China di Alaska Berlangsung Panas
  • Militer AS Awasi Ketat Ambisi China dan Rusia di Ruang Angkasa
  • China Kembangkan Gerombolan Rudal Hipersonik untuk Banjiri Pertahanan Misil Musuh

Ulasan tersebut menawarkan rincian yang serius tentang ancaman yang dihadapi Taiwan dari angkatan bersenjata terbesar di dunia.

Dikatakan China sedang membangun duplikat fasilitas Taiwan sehingga bisa melatih untuk menyerang mereka dan melakukan latihan pendaratan untuk mensimulasikan invasi.

“China memiliki kemampuan untuk menutup sebagian pelabuhan utama dan rute laut Taiwan serta memutus transportasi laut ke pulau itu, sementara penyebaran rudal jarak jauhnya ditujukan untuk menghentikan pasukan asing membantu Taiwan,” bunyi tinjauan tersebut.

“Permusuhan dan ancaman China terhadap kami telah meningkat, meningkatkan risiko kecelakaan dan konflik serta menghancurkan stabilitas dan perdamaian di Selat Taiwan,” kata tinjauan itu.