Ceko dan Slowakia Kewalahan Kremasi Mayat-mayat Korban COVID-19

Ceko dan Slowakia Kewalahan Kremasi Mayat-mayat Korban COVID-19

OSTRAVA – Pejabat di Republik Ceko dan Slowakia membunyikan peringatan setelah kewalahan dalam mengkremasi mayat-mayat korban COVID-19 yang terus bertambah.

“Pandemi memengaruhi krematorium Ostrava sedemikian rupa sehingga mereka tidak dapat mengkremasi semua yang meninggal di sana,” kata gubernur setempat, Ivo Vondrak. (Baca: Wisata Seks Dubai, Buah Normalisasi Hubungan UEA dengan Israel )

Dia akan meminta pemerintah pusat untuk koordinasi dan redistribusi mayat-mayat korban virus corona baru (COVID-19) di daerah.

Vondrak mengatakan kepada situs berita iDNES.cz bahwa krematorium di kota timur Ceko itu telah menggunakan peralatan pendingin tambahan. Namun, ia tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk menangani permintaan tersebut.

Baca Juga:
  • Sri Lanka Kremasi Paksa Jenazah Muslim Korban Covid, Protes Diabaikan
  • Dua Orang Positif Virus Corona, Barcelona Tunda Sesi Latihan

Wali Kota Ostrava, Tomas Macura, mengatakan krematorium itu adalah yang terbesar di negara itu dan satu-satunya di wilayah tersebut.

“Mereka bekerja dalam tiga shift untuk kremasi di tiga tungku. Itu masih belum cukup, dan mayat menunggu di sana untuk kremasi. Karena kepekaan, kami tidak ingin mempublikasikannya selama beberapa waktu, tetapi kami tidak dapat menahannya lebih lama lagi. Jika tidak, orang tidak akan menyadari keseriusan situasi,” paparnya.

“Tidak ada tempat untuk pergi, tidak ada tempat mundur dari sini,” imbuh wali kota, seperti dikutip Russia Today, Rabu (6/1/2021).

Menurut laporan iDNES.cz, 80 jenazah dikirim untuk dikremasi pada Malam Tahun Baru, dan angka itu bahkan lebih tinggi pada hari-hari lain. Jumlah jenazah yang biasa dikremasi adalah kira-kira setengah dari angka itu.

Close