SURABAYA – Pandemi COVID-19 memaksa setiap orang untuk mengenakan masker agar terhindar dari penularan. Tentunya hal itu menjadi peluang sendiri bagi pedagang untuk meraih cuan. Berbagai ragam model maskerpun menjamur dipasaran.

Peluang tersebut ditangkap oleh para calon bidan di Surabaya yang masih menjalani pendidikan di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Surabaya. Mereka yakni Ima Amalia, Nayla Shaffira Aniq, dan Maulidiah Margareta. Tiga mahasiswa D3 Kebidanan Unusa ini membuat Mixed Mask (Satu Masker Dua Kegunaan).

Baca juga: Heboh! Oknum Polisi di Jombang Tawar Menawar Uang Damai Pungli Tilang dengan Sopir Truk

Salah satu anggota Mixed Mask, Ima Amalia menjelaskan, mixed mask merupakan masker yang dapat digunakan orang tua hingga anak-anak. Mixed Mask ini dilengkapi perekat di bagian pinggi masker untuk memperbesar dan memperkecil bentuk masker dan juga pada tali ada steper untuk mengecilkan sesuai pemakai.

Baca Juga:
  • Gagal Turun Kapal, Pasutri dan Anak Dipulangkan ke Surabaya karena Positif Corona
  • Vaksinasi Lansia Tembus 83%, Pemkot Surabaya Targetkan Juni Capai 100%

“Jadi dengan mudah masker ini digunakan orang tua hingga anak-anak yang memang maskernya pun jarang ditemui,” ungkap Ima, Selasa (01/6).

Mixed mask di desain untuk dua kegunaan yang dapat digunakan orang dewasa dan anak. “Jadi membantu orang tua dalam mencari masker yang bisa di pakai anak dan orang tua,” ucapnya.

baca juga: Diduga Over Dosis Obat Kuat, Pria Paruh Baya Meregang Nyawa saat Indehoy dengan PSK

Ima menjelaskan, mixed mask ini terbuat dari kain, dimana pembuatan ini sesuai anjuran pembuatan masker dari dinas kesehatan sebagai mencegah penularan COVID-19. “Jadi harga lebih ekonomis serta dapat dicuci jika memang masker tersebut kotor,” kata dia.

Satu Masker Dua Kegunaan inipun salah satu judul proposal dari Vokasi Unusa yang berhasil lolos di Progam Wirausaha Mahasiswa Vokasi (PWMV) tahun 2021 yang merupakan program dari Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi KemendikbudRitek untuk mahasiswa Vokasi.

Saat ini, Ima dan timnya sudah mempersiapkan pemasaran mixed mask diberbagai tempat seperti di sekolah, tempat wisata dan market. “Kami pasarkan ditempat rame karena memang biar mudah dikenali oleh semua orang,” ungkapnya.

Ima berharap dengan lolosnya tim mixed mask ini bisa menambah pengalaman dalam berwirausaha dan bisa menumbuhkan jiwa kewirausahaan setiap anggota juga.

(msd)