DORDOGNE – Seorang mantan tentara bersenjata yang melarikan diri di barat daya Prancis ditembak polisi setelah perburuan selama 24 jam.

Pria, yang dinamai oleh polisi sebagai Terry Dupin yang berusia 29 tahun itu telah melarikan diri ke hutan setelah menembaki petugas pada Sabtu hingga memicu perburuan besar-besaran.

“Dia terluka dalam baku tembak dengan pasukan khusus, dan telah ditahan,” ungkap para pejabat.

Baca Juga:
  • Prancis Ogah Terseret Konflik China-AS
  • Air France dan Airbus Diadili Atas Kecelakaan Maut di Samudra Atlantik 2009

Baca juga: Ketegangan dengan Rusia Memanas, NATO Gelar Latihan Perang Besar-besaran

Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin mengatakan dia telah “dinetralkan” dan dia berterima kasih kepada polisi atas “tindakan tegas” mereka.

Baca juga: Liga Arab Sambut Keputusan Dewan HAM Bentuk Komisi Investigasi Selidiki Kejahatan Israel

Perburuan dimulai pada Sabtu setelah “perselisihan” di rumah mantan pacar Dupin, di Le Lardin-Saint-Lazare di Dordogne, menyebabkan Dupin lantas menembaki polisi.

Baca juga: Iran Adili Warga Prancis atas Dugaan Spionase

“Tersangka yang pernah menjalani hukuman dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga itu melarikan diri ke hutan terdekat dengan membawa pisau dan senapan berburu jarak jauh,” papar polisi.

Lebih dari 300 petugas, empat kendaraan lapis baja dan satu helikopter polisi dikerahkan untuk menyisir hutan seluas empat kilometer persegi itu hingga Minggu malam.

Sekitar 1.800 penduduk didesak tetap tinggal di rumah untuk menghindari tersangka yang berpotensi sangat berbahaya.

“Sekitar tengah hari pada Senin, tersangka terluka parah dalam baku tembak dengan polisi,” papar pejabat Dordogne, Frederic Perissat.

“Dinetralisasi berarti dia terluka saat terjadi serangan balik. Saat ini dia berada di tangan dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan untuk perawatan medis,” ujar Perissat.