JALUR GAZA – Kepala Intelijen Mesir bertemu para pemimpin Hamas di Gaza untuk meningkatkan gencatan senjata antara kelompok pejuang Palestina dan Israel .

“Mereka juga akan membahas rencana rekonstruksi setelah permusuhan baru-baru ini,” ungkap pejabat Mesir dan Palestina.

Kunjungan itu adalah yang pertama oleh kepala intelijen Mesir ke daerah kantong itu sejak awal 2000-an.

Baca Juga:
  • Liga Arab Sambut Keputusan Dewan HAM Bentuk Komisi Investigasi Selidiki Kejahatan Israel
  • Bertemu Wamenlu AS, Mahendra Singgung Masalah Palestina

Baca juga: Liga Arab Sambut Keputusan Dewan HAM Bentuk Komisi Investigasi Selidiki Kejahatan Israel

“Diskusi difokuskan pada cara-cara memperkuat ketenangan dan rencana rekonstruksi Gaza menyusul agresi Israel baru-baru ini,” ungkap seorang pejabat Hamas, yang meminta tidak disebutkan namanya.

Baca juga: Iran Adili Warga Prancis atas Dugaan Spionase

Pejabat Hamas, yang dipimpin Pemimpin Gaza Yehya al-Sinwar, akan mendesak Mesir agar menekan Israel untuk menghentikan “serangannya terhadap orang-orang kami di Yerusalem dan Sheikh Jarrah.”

Baca juga: Bos Pasukan Quds Iran: Orang-orang Israel Harus ‘Kembali’ ke AS dan Eropa

Sebelas hari pertempuran antara Israel dan Hamas meletus pada 10 Mei di tengah penyerangan oleh polisi Israel di sekitar kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem dan rencana mengusir warga Palestina dari distrik Sheikh Jarrah di kota Yerusalem untuk memberi jalan bagi pemukim Yahudi.

Pejabat medis Gaza mengatakan serangan udara Israel menewaskan 253 warga Palestina. Roket dan rudal yang ditembakkan dari Gaza menewaskan 13 orang di Israel.

Poster besar Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dan bendera Mesir menghiasi jalan-jalan di seberang daerah Gaza untuk menyambut Kepala Intelijen Mesir Abbas Kamel.

Ratusan orang berbaris di luar pintu masuk Gaza sambil mengibarkan bendera Mesir saat iring-iringan mobilnya lewat.

Kunjungan Kamel dipandang sebagai upaya Kairo untuk mendapatkan kembali peran yang lebih vital dalam mediasi antara Israel dan Hamas serta menghidupkan kembali proses perdamaian Israel-Palestina yang terhenti.