NGAWI – Bocah ZR yang masih berumur 5 tahun tidak ingin melepas kaki ayahnya, Triyono, saat Panitera Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Ngawi , Jawa Timur ( Jatim ) hendak menjemputnya sebagai bentuk pelaksanaan eksekusi akibat perceraian orang tua .

Eksekusi itu pun berjalan alot karena sang anak mendadak panik dan depresi akibat banyaknya petugas yang datang mengawal jalanya penjemputan yang dilakukan, dia bahkan terus dan semakin erat memeluk kaki ayahnya, karena menolak diajak ibunya untuk tinggal bersama sebagai pemohon dan ingin tetap dalam asuhan ayahnya setelah bercerai.

Bocah 5 Tahun Ini Terus Memeluk Kaki Ayahnya karena Menolak Tinggal Bersama Ibunya

Baca juga: Gugatan Anak terhadap Ayah Kandung Berakhir dengan Penolakan Hakim

ZR bahkan semakin histeris dan ketakutan ketika ayahnya beradu argumen dengan juru eksekusi yang mencoba menyampaikan maksud dan tujuan eksekusi. Meskipun petugas juga mendatangkan pemohon yaitu Nur Cahyani, ibu ZR untuk membujuknya bocah tersebut justru semakin depresi dan kerakutan.

Kedatangan puluhan petugas gabungan TNI Polri serta Dinas Perlindungan Anak yang mengawal pelaksanaan eksekusi membuat ZR sempat kabur keluar rumah dan proses penjemputan ZR menjadi semakin alot.

Baca Juga:
  • Aa Gym Cabut Gugatan Cerai dengan Teh Ninih, Kuasa Hukum Akui Belum Ada Komunikasi
  • Lelaki ini Menceraikan 5 Perempuan Dalam Satu Hari
  • Gus Baha Tentang Tarawih Kilat, 20 Rakaat 7 Menit Itu Terlalu!

Baca juga: Pamekasan Gempar, Adik Tega Tebas Kakak Pake Celurit hingga Tewas

ZR adalah anak dari pasangan Triyono dan Nur Cahyani yang telah bercerai dan Pengadilan Agama memutuskan hak asuh ada di tangan ibunya.

Namun usai keputusan tersebut ZR memilih ikut ayahnya hingga membuat sang ibu mengajukan gugatan dan berujung eksekusi hak asuh.

Panitera PA Ngawi, Zahri Muttaqin menyebutkan, setelah sempat kabur dari rumah dan dibujuk hingga 4 jam, akhirnya ZR mau diajak pulang ke rumah pemohon yakni ibunya, Nur Cahyani bersama petugas dari dinas perlindungan anak.

(nic)