JAYAPURA – Operasi penertiban dan pengosongan asrama mahasiswa Universitas Cenderawasih di Jayapura, Papua , dilakukan aparat gabungan TNI-Polri. Tak main-main, sebanyak 800 personel dikerahkan dalam operasi ini.

Baca juga: Wagub Papua Klemen Tinal Meninggal Dunia, Kemendagri Berduka

Hasil dari operasi tersebut sangat mencengangkan. Aparat gabungan menemukan sejumlah dokumen Papua merdeka milik Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan senjata tajam (Sajam).

Seluruh penghuni asrama mahasiswa dan rusunawa dikumpulkan, lalu didata oleh pihak Universitas Cenderawasih. Sebab, kedua tempat tersebut kedapatan ditempati warga yang bukan mahasiswa Universitas Cenderawasih .

Baca Juga:
  • Ini Sosok Jenderal Dibalik Keberhasilan Operasi Nemangkawi di Papua
  • Di Antara Desing Peluru, Rakyat Nduga Papua Simpan Kepiluan 10 Tahun Tak Ada Listrik dan Air Bersih

Baca juga: Gempa Bermagnitudo 6,2 Mengguncang Malang, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Proses pengosongan asrama mahasiswa dan rusunawa Universitas Cenderawasih berjalan kondusif, meskipun sempat terjadi adu mulut antara penghuni dengan aparat keamanan yang melakukan operasi.

Bersihkan Asrama Mahasiswa, Pasukan TNI-Polri Temukan Sajam dan Dokumen Papua Merdeka

Kapolresta Jayapura, Komisaris Besar Gustav Urbinas menyebutkan, dalam operasi tersebut ditemukan sejumlah atribut dan dokumen KNPB yang menjadi organisasi sayap gerakan Papua merdeka di asrama mahasiswa. “Kami tidak menemukan pengurus dan anggota KNPB di asrama mahasiswa. Diduga mereka sering menggunakan asrama sebagai tempat kegiatan dan Sekretariat KNPB,” paparnya.

Baca juga: Gempar Video Bu Kepala Dusun Cantik Asyik Telanjang Dipelukan Pria Mengerucut ke Desa Bulak

Ia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan asrama mahasiswa dan rusunawa ternyata ditemukan banyak penghuni bukanlah mahasiswa Universitas Cenderawasih. “Terdapat kandang ternak dan penghuni yang telah memiliki anak di rusunawa tersebut,” ungkap Gustav.

Baca juga: Tak Kuat Tahan Napsu, Pemuda Merangin Ajak Kekasihnya Berhubungan Seks di Atas Motor

Ia menambahkan, dalam operasi penertiban dan pengosongan asrama tersebut, aparat juga menemukan 18 unit sepeda motor yang diduga dari hasil aksi pencurian. “Tempat ini diduga sebagai salah satu pusat lokasi persembunyian motor hasil curian di Jayapura. Sebelumnya kami sudah menemukan 200 motor hasil curian di tempat ini,” tambahnya.

(eyt)