Beredar Kemasan Vaksin Sinovac di Sosmed, Bio Farma Buka Suara

Beredar Kemasan Vaksin Sinovac di Sosmed, Bio Farma Buka Suara

JAKARTA – Foto kemasan vaksin Covid-19 dari Sinovac Biotech viral atau beredar di dunia maya. Dalam kemasannya tertulis dengan bahasa Inggris SARS-CoV-2 Vaccine (Vero cell) Inactived dengan ukuran 0,5 ml.

(Baca Juga: Bio Farma Pastikan Uji Mutu 1,8 Juta Vaksin Covid-19 Sinovac yang Tiba Siang Ini )

Adapun kemasan vaksin didominasi warna putih dengan sedikit corak warna oranye. Di dalam kemasan tertulis dalam bahasa China yang intinya adalah spesifikasi setiap tabung berisi 0,5 ml. Adapun dosis untuk setiap manusia adalah 0,5 ml.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma (Persero), Bambang Heriyanto mengatakan, kemasan vaksin Sinovac itu digunakan untuk saat uji klinis tahap tiga yang dilakukan sejak Agustus 2020 lalu.

Baca Juga:
  • Kemenkes Sepakat Beli 50 Juta Dosis Vaksin AZD1222 dari AstraZeneca
  • Susul Inggris, India Setujui Vaksin COVID-19 AstraZeneca

“Kemasan vaksin Sinovac yang beredar yang bertulisan only for clinical trial itu diperuntukan untuk uji klinis fase III yang dilakukan Agustus lalu, ini digunakan secara terbatas, dan hanya terbatas 1.260 saja, dan ini sudah habis,” ujar Bambang saat dihubungi, Sabtu (2/1/2021).

Dia menegaskan, vaksin dalam kemasan berwarna putih bercampur oranye itu bukan 3 juta dosis vaksin Sinovac yang baru saja tiba di Indonesia yang dilakukan secara bertahap yakni pada 6 dan 31 Desember 2020 lalu. Dia bilang, 3 juta vaksin ini akan dikemas dalam file atau botol kecil. Di mana, file vaksin itu akan menggunakan kode tertentu.

“Kemasan yang digunakan itu hanya uji klinis, sementara kemasan yang digunakan dalam file atau botol kecil ini untuk 3 juta dosis vaksin,” kata dia.

(Baca Juga: Jokowi Sebut Indonesia Amankan Pasokan Vaksin Sinovac, Novavax, AstraZeneca, hingga Pfizer )

Bambang berharap masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di sosial media. Khususnya, mengenai informasi vaksin yang belum disampaikan secara resmi oleh pemerintah baik itu melalui Kementerian Kesehatan ataupun Bio Farma.

Dia juga kembali menegaskan bahwa uji klinis III ditargetkan selesai pada Januari 2021. Di mana, pihaknya akan memberikan laporan hasil uji klinis kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) untuk dilakukan pengecekan kembali sebelum dikeluarkan emergency use authorization (EUA).

(akr)

Close