YERUSALEM – Bentrok saat malam dan insiden kekerasan lainnya antara warga Palestina dan Israel di Yerusalem selama Ramadhan meningkatkan ketegangan yang telah membara di kota suci itu.

Warga Palestina telah bentrok dengan polisi Israel di tengah perselisihan tentang perkumpulan saat malam di Gerbang Damaskus setelah buka puasa.

Video di aplikasi media sosial TikTok menunjukkan seorang warga Palestina menampar seorang pria Yahudi ultra-Ortodoks di kereta Yerusalem.

Baca juga: Arab Saudi Lanjut Larangan Perjalanan pada 20 Negara, Termasuk Indonesia

Video itu menuai protes dari orang-orang Israel dan seruan beberapa politisi sayap kanan untuk tindakan polisi yang lebih keras.

Baca Juga:
  • Pertahanan Udara Suriah Rontokkan Rudal-rudal Israel
  • Rudal Suriah Pemicu Ledakan dan Bunyi Sirene Reaktor Nuklir Israel
  • Hakikat Kesabaran

Baca juga: Iran, Mesir, Irak dan Arab Saudi Dominasi Daftar Algojo Teratas Dunia

Insiden tersebut, yang terjadi setelah awal Ramadhan pada 13 April, mengancam merusak periode yang relatif tenang di kota yang diperebutkan Israel-Palestina itu.

Baca juga: Rudal Suriah Mendarat Dekat Situs Nuklir Israel untuk Pertama Kalinya

Warga Palestina mengatakan polisi Israel telah berusaha mencegah mereka mengadakan pertemuan malam Ramadhan yang biasa mereka lakukan di luar Gerbang Damaskus, landmark bersejarah di sisi utara Kota Tua Yerusalem.

Polisi Israel telah menembakkan granat kejut dan menyemprotkan air sigung berbau busuk untuk membubarkan warga Palestina.

Warga Palestina membalas dengan menembakkan kembang api ke arah polisi Israel.

“Warga Palestina suka bersantai di daerah ini setelah shalat Isya di Masjid Al-Aqsa, tetapi pendudukan (Israel) tidak menyukainya. Ini masalah kedaulatan,” tegas warga Yerusalem Mohammad Abu Al-Homus, menunjuk ke barikade besi yang dipasang polisi di daerah luar Gerbang Damaskus dalam beberapa pekan terakhir.

Polisi Israel belum mengatakan mengapa mereka mendirikan penghalang tersebut.