DUBAITim nasional (timnas) Indonesia menelan dua kekalahan beruntun dalam laga uji coba sebelum kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Pasukan Shin Tae-yong ditekuk Afghanistan dan Oman .

Indonesia dikalahkan Afghanistan 2-3 pada 25 Mei lalu dan Oman dengan skor 1-3, Sabtu (30/5/2021). Evaluasi pelatih Shin Tae-yong pada kekalahan-kekalahan ini berfokus ke posisi bek tengah.

Baca juga: Status Bermasalah di FIFA, Ezra Walian Masih Bisa Tampil di SEA Games 2021, Ini Alasannya

“Jujur, dari dua laga kemarin, ada timbul masalah-masalah yang terjadi, khususnya untuk bek tengah, itu yang harus dicari solusinya, itu juga kekhawatiran saya, akan kita perbaiki satu persatu nanti,” ucap Shin dikutip dari laman PSSI, Senin (31/5/2021)

Baca Juga:
  • Hadapi Oman, Shin Tae-yong Ingin Uji Kekompakan Timnas Indonesia
  • Ogah Terpeleset Lagi, Shin Tae-yong Minta Skuad Garuda Waspada

Di laga pertama melawan Afghanistan, pelatih Shin menurunkan dua bek tengah Rachmat Irianto dan Andy Setyo. Kemudian di babak kedua, Nurhidayat masuk menggantikan Rachmat Irianto.

Baca juga: Dikalahkan Oman, Shin Tae-yong: Bagian dari Proses

Tapi, pemain-pemain tersebut tak mampu membendung penyerangan Afghanistan sehingga harus kebobolan hingga tiga gol. Hal ini pun sudah disadari sedari awal oleh sang pelatih.

“Bicara mengenai itu (evaluasi), pertama untuk stopper, banyak kekurangan di sana,” ucap Shin pasca melawan Afghanistan.

Saat lawan Oman, Shin menjajal kekuatan baru di posisi yang sama. Kali ini Rizky Ridho diduetkan dengan Nurhidayat, namun hasilnya tetap sama. Indonesia kebobolan tiga gol.

Ada nama lain di skuat Garuda yang belum pernah dijajal, yakni Ryuji Utomo dan Arif Satria. Dua pemain dengan postur tertinggi ini masih dalam keadaan kurang maksimal.

Waktu kurang dari seminggu sebelum melakoni laga perdana melawan Thailand pada 3 Juni memaksa Shin Tae-yong memutar otak. Shin setidaknya harus membuktikan kepada rakyat Indonesia perihal pemain yang telah dipilihnya di posisi bek tengah.

Pasalnya, nama-nama yang sempat dielu-elukan untuk posisi ini batal bergabung, seperti Yanto Basna dan Elkan Baggott. Apakah absennya dua pemain tersebut menggembosi kekuatan timnas di jantung pertahanan?

Apapun itu, publik tentu tak mau batalnya Basna dan Baggot bergabung justru menjadi blunder bagi lini pertahanan Indonesia. Namun, publik pun tetap harus bersabar, bagaimanapun Shin menekankan ini butuh proses.

“Seperti yang saya katakan sebelumnya, ini adalah sebuah proses. Kalau dilihat dari lawan (Oman), mereka tentu lebih baik, tapi cara bermain kami, ada perkembangan disana. Namun, kita bukan mencari hasil. Masih ada waktu untuk melakukan perbaikan, menuju sisa tiga laga utama kami nanti,” tutur Shin.

(sha)