BATAM – Saat ini, Batam sedang di masa periode pertama puncak hujan tertinggi , dimana hujan sedang hingga lebat yang terjadi belakangan ini merupkan siklus normal yang terjadi dua kali dalam setahun.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stamet, Hang Nadim Suratman mengatakan, berdasarkan klimatologi selama 30 tahun terakhir ini pada penghujung April hingga Mei potensi hujan meningkat dibandingkan bulan-bulan lainnya.”Jadi, kita di Batam ini ada dua periode puncak hujan yakni April dan Mei dan juga November dan Desember,” ujarnya Selasa (20/4/21). Baca juga: Jakarta Mulai Diguyur Hujan Deras, Begini Imbauan Polisi

Dijelaskannya, semakin mendekati Mei potensi hujan di Batam akan terus meningkat, dimana intensitas hujan ini mulai dari sedang hingga lebat dan ini memang normal terjadi di Batam. “Ini hal normal, kecuali ada hal-hal berpengaruh secara global ya. Saat ini memang masih belum merata,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai gelombang air laut diperairan Batam atau daerah lainnya di Kepri, dia mengatakan saat ini masih terbilang aman dan rendah. Meski begitu, ia tetap mengimbau masyarakat agar selalu mewaspadai perubahan cuaca yang terjadi mendadak.

“Masih normal gelombang air laut sekarang, hal ini karena saat terjadi perubahan cuaca dari panas ke hujan ini, menyebabkan angin kencang. Sehingga meningkatkan potensi gelombang tinggi,” bebernya. Baca juga: Kesal Terdampak Banjir, Warga Panyabungan Ini Mancing Ikan di Teras Rumah

Baca Juga:
  • Dampak Siklon Tropis Surigae, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Mencapai 4 Meter
  • Kapuas Hulu Dilanda Banjir, Pendangkalan Sungai Penyebabnya
  • BWI Ungkap Pentingnya Wakaf dalam Kehidupan Bermasyarakat

Untuk angin puting beliung, dia mengatakan potensinya saat ini tidak ada. Tetapi terjadinya angin kencang secara mendadak sekarang ini tetap ada di Batam dan Kepri. Hal ini juga sama dengan potensi petir. “Angin kencang aja yang kita waspadai sekarang dan waspada juga dengan petir,” pungkasnya.

(don)