BARCELONA – Barcelona jadi klub yang tetap berkomitmen pada European Super League (ESL). Satu per satu klub memutuskan mundur, tetapi Barcelona punya keyakinan sendiri untuk bertahan.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah ke publik, Kamis (22/4/2021) waktu setempat, Barcelona mengaku punya alasan bertahan di ESL. Menurut klub, kompetisi ESL sebetulnya menawarkan banyak manfaat dalam sepak bola , tapi mendapat reaksi berlebihan dari publik.

Baca Juga: Dua Pemain Timnas Futsal U20 Masuk Dream Team AFC Futsal

Barcelona juga memutuskan bertahan di ESL dengan maksud ikut mengukir sejarah dan memperbaiki situasi keuangan klub yang di ambang kebangkrutan. Dalam pernyataan yang sama, klub asal Catalan meminta publik berpikir lebih dalam sebelum menolak rencana ESL.

“Analisis mendalam seperti itu butuh waktu dan situasi yang tenang untuk menghindari tindakan gegabah,” demikian kutipan pernyataan Barcelona, dimuat The Guardian, Jumat (23/4/2021).

Baca Juga:
  • Presiden Barcelona: Liga Super Eropa Adalah Kebutuhan
  • Samai Rekor Ronaldo, Benzema Cetak 20 Gol Lebih dalam Tiga Musim Beruntun
  • Orang Sakit dan Musafir Wajib Batalkan Puasa? Begini Penjelasan Quraish Shihab

“Keputusan itu dibuat dengan keyakinan bahwa akan menjadi kesalahan sejarah jika menolak kesempatan untuk menjadi bagian dari proyek ini,” lanjut pernyataan yang sama.

Baca Juga: Gaji Pemain Barcelona Terancam Dipotong Sepihak

Barcelona berada dalam krisis keuangan yang parah karena harus melunasi utang jangka pendek sebesar Rp12,5 triliun yang jatuh tempo musim panas tahun ini. Dengan ikut ESL, pengelola klub berharap dapat terhindar dari kebangkrutan.

“Untuk menjamin keberlanjutan finansial dan kelayakan sepak bola dunia,” tulis Barcelona.

Presiden Barcelona, Joan Laporta, menyebut pihaknya tidak punya pilihan selain ikut kompetisi ESL. Kendati begitu, sebagai pencetus kompetisi, Laporta menyebut terbuka untuk berdialog dengan UEFA.

Pekan ini klub-klub elit pendiri ESL memutuskan mundur dari rencana menggelar kompetisi. Selain Barcelona, cuma tinggal Real Madrid yang berkeras menjalankan kompetisisi European Super League ini.

(sha)