BAKU – Kementerian Pertahanan (Kemhan) Azerbaijan mengatakan sekitar 40 personel militer Armenia telah menyeberang ke wilayah Azerbaijan pada Selasa malam dan dipaksa mundur.

Tuduhan itu dibantah pihak Armenia. Kedua negara bulan lalu saling menuduh mengirim pasukan melintasi perbatasan dalam insiden terpisah.

Situasi itu menunjukkan kerapuhan gencatan senjata yang ditengahi Rusia yang menghentikan enam pekan pertempuran antara pasukan etnis Armenia dan tentara Azerbaijan tahun lalu.

Baca Juga:
  • UEA Importir Senjata Turki Terbesar Ketiga setelah AS dan Azerbaijan
  • Militer Rusia di Armenia Perkuat Daerah Dekat Perbatasan Azerbaijan

Baca juga: Kawanan Gajah Liar Ngamuk di China, Sebabkan Kerugian Rp15 Miliar

“Sebagai akibat dari tindakan mendesak yang diambil Angkatan Bersenjata Republik Azerbaijan, angkatan bersenjata Armenia ditarik dari wilayah negara kami,” ungkap pernyataan Kementerian Pertahanan Azerbaijan.

Baca juga: Sejarawan Yahudi Sarankan Solusi 2 Negara untuk Konflik Palestina dan Israel

“Tidak ada senjata yang digunakan oleh angkatan bersenjata kami selama penarikan angkatan bersenjata Armenia,” tambah Kementerian Azerbaijan.

Baca juga: Warga Maroko Tolak Sewakan Properti untuk Pejabat Penghubung Israel di Rabat

Azerbaijan menyebut langkah Armenia sebagai “provokasi”.

Armenia menolak tuduhan itu, menggambarkan klaim negara tetangganya sebagai “disinformasi”.

“Disinformasi semacam itu disebarluaskan oleh militer dan kepemimpinan politik Azerbaijan untuk mengesankan komunitas internasional,” papar pernyataan Kemhan Armenia, dikutip kantor berita Rusia TASS.

Konflik tahun lalu membuat Azerbaijan mengusir pasukan etnis Armenia keluar dari petak-petak wilayah yang mereka kuasai sejak 1990-an di dalam dan sekitar kawasan Nagorno-Karabakh.

(sya)