Ayah Rossi: The Doctor Pensiun, Akan Ada Perubahan di Tribun

Ayah Rossi: The Doctor Pensiun, Akan Ada Perubahan di Tribun

TAVULLIA – Akan ada perbedaan jika Valentino Rossi pensiun dari MotoGP . Ayah Rossi, Graziano Rossi, menyatakan balapan kuda besi akan berbeda jika sang anak tak lagi beradu cepat di lintasan. Graziano menyatakan perbedaan bukan berada di trek, melainkan tribun penonton.

Rossi sudah identik dengan MotoGP. Pembalap Italia itu merupakan wajah MotoGP selama kurang lebih dua dekade ini. Olahraga balap motor paling elite di dunia itu tidak akan setenar sekarang jika tidak ada The Doctor -julukan Rossi. (Baca juga: Quartararo Tak Sabar Tunggangi YZR-M1 Milik Monster Energy Yamaha ).

Kharisma Rossi membuat MotoGP semakin diminati ketimbang sebelumnya. Oleh sebab itu, Graziano menilai MotoGP akan kehilangan penggemarnya jika pembalap asal Italia itu memutuskan gantung helm.

“Saya pikir MotoGP kurang lebih sama di trek (setelah Rossi pensiun). Akan tetapi, dari tribun tidak akan sama,” ujar Graziano, mengutip dari Tutto Motori Web, Kamis (24/12/2020). (Baca juga: Jack Miller Berharap Temukan Titisan Fabio Quartararo di Ducati ).

Baca Juga:
  • Jack Miller Tak Sabar Ikuti Jejak Casey Stoner
  • KTM Siap Pasok Mesin untuk Tim Valentino Rossi di MotoGP

Meski begitu, Rossi tidak bisa selamanya balapan karena performa The Doctor mulai menurun beberapa musim terakhir ini. Rossi bahkan sudah lama tidak menjadi pembalap tercepat dalam balapan.

Pembalap asal Italia itu terakhir kali meraih kemenangan di MotoGP Belanda 2017. Sejak saat itu, prestasi terbaik Rossi adalah finis di tiga besar. (Baca juga: Selain Tim Paling Produktif sejak Barcelona pada 1948, Ini 9 Fakta Menarik Usai Milan Tekuk Lazio di Ujung Tahun 2020 ).

Performa buruk Rossi kembali tersaji di MotoGP 2020. Rossi hanya meraih satu podium dalam 14 balapan musim ini. Rossi naik ke atas podium saat finis ketiga di MotoGP Andalusia 2020.

Rossi pun mengukir pencapaian terburuk dalam karier balap profesionalnya pada musim lalu. Rossi finis ke-16 di klasemen akhir karena hanya mampu mengumpulkan 66 poin. Pencapaian terburuk Rossi sebelumnya, yaitu finis kesembilan saat debut di kelas 125cc pada musim 1996.

Penurunan performa adalah penyebab tim pabrikan Yamaha (Monster Energy Yamaha) tidak memperpanjang kontrak Rossi. Posisi pembalap berumur 41 tahun itu digantikan juniornya, Fabio Quartararo, yang dikontrak untuk dua tahun ke depan.

Sementara itu, Rossi turun kelas dengan mengisi posisi yang ditinggalkan Quartararo di tim satelit Yamaha (Petronas Yamaha SRT). Meski menjadi pembalap tim satelit, Rossi akan diperlakukan sama seperti sebelumnya. Jika bisa bangkit dan berprestasi pada musim depan, Rossi mungkin akan balapan untuk beberapa musim lagi.

(sha)

Close