JAKARTA – Bertempat di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, sebanyak 67 atlet pelatnas menjalani serangkaian tes kesehatan pada hari Kamis (8/4) kemarin. Tes kesehatan ini rutin dilakukan PBSI saat pemanggilan pemain di setiap awal tahun.

Serangkaian tes kesehatan yang dibagi menjadi enam pos ini meliputi pemeriksaan darah, elektrolit, fungsi hati, ginjal, rontgen thorax, frekuensi nadi, tensi, saturasi oksigen, THT, mata, EKG, visus, postur, gizi, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Listyo Sigit Prabowo Mundur dari PBSI

Kepala dokter PBSI, Michael Triangto mengatakan tes kesehatan ini adalah bagian dari pengecekan kondisi atlet yang terpilih masuk ke pelatnas.

Baca Juga:
  • PBSI Usul Perubahan Sistem Skor ke BWF, Hendra Setiawan Bilang Begini
  • Sistem Skor Bulu Tangkis Minta Diubah 5×11, Hendra Setiawan Beri Dukungan
  • Turnamen Tenis Serbia Open Digelar Tanpa Penonton

“Yang pertama tes kesehatan ini bertujuan tentunya setiap ada atlet yang baru masuk, dalam artian atlet yang terpilih, kami harus mengetahui dulu baik tingkat kesehatannya maupun tingkat kebugarannya,” buka dr. Michael.

“Ini sebagai syarat para atlet bisa masuk di pelatnas, harus sehat dan memenuhi standar. Baik standar kesehatan dan standar kebugaran sesuai yang diminta pelatih fisik. Karena kalau kondisinya terlalu jauh maka akan menyulitkan atletnya maupun kami saat nanti dilatih. Ada beberapa contoh atlet yang bisa disebut potensial lalu masuk ke pelatnas tapi ternyata ia sudah habis-habisan di klub, artinya sudah pernah cedera dan ketika di dalam pun akhirnya terus mengalami cedera. Itu yang kami hindari. Makanya para atlet ini harus benar-benar kualitasnya sesuai dengan standar yang kami minta,” lanjut Michael.

Masih menurut dr. Michael, para atlet yang belum memenuhi standar bukan berarti PBSI menutup pintu bagi mereka. Di tahun depan bila usianya masih cukup dan mempersiapkan diri dengan lebih baik, tidak menutup kemungkinan untuk mereka bisa kembali diterima.

Baca Juga: Sindir BWF, Marcus/Kevin Cs Main di All Sragen 2021