Angkasa Pura II Ekspansi ke Sektor Energi Baru Terbarukan

Angkasa Pura II Ekspansi ke Sektor Energi Baru Terbarukan

JAKARTAPT Angkasa Pura II (Persero), pengelola 19 bandara di Indonesia, memperluas portofolio ke sektor energi baru terbarukan (EBT) dan fasilitas kesehatan (health care facilities) guna mendukung bisnis inti perseroan. Strategi ini sebagai salah satu upaya perseroan di dalam mengimplementasikan Business Survival Initiatives di tengah pandemi serta melakukan optimalisasi melalui pivoting business atau mencari peluang.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan perluasan portofolio ke EBT dan healthcare facilites juga merupakan upaya perseroan masuk ke bisnis yang menjanjikan di masa depan.

“Di tengah pandemi ini, kami berupaya menjaga dan meningkatkan kontribusi dari bisnis nonaeronautika dengan memperluas portofolio. Saat ini bisnis aeronautika perlahan sudah mengalami peningkatan sejalan dengan naiknya lalu lintas penerbangan, namun masih di bawah kondisi normal,” jelas Muhammad Awaluddin.

Baca Juga: Dianggap Nggak Penting, Jokowi Diminta Bubarkan Kementeriannya Luhut

Baca Juga:
  • Listrik Bersih Sulit Berkembang karena Sikap Pemerintah Sendiri
  • Angkutan Kargo di Bandara AP II Melonjak pada Kuartal III/2020

Sebagai informasi, PT Angkasa Pura II telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM tentang Penerapan Konservasi Energi dan Pemanfaatan Energi Terbarukan Secara Berkelanjutan Pada Bandar Udara.

Menurut Awaluddin dengan MoU ini maka pembahasan lebih intensif dilakukan dengan Ditjen EBTKE untuk penerapan energi baru terbarukan di bandara yang dikelola perseroan. Selain itu, kedua pihak juga bisa melaksanakan penelitian, pertukaran informasi dan pengembangan teknologi terkait konservasi energi di bandara, pemanfaatan EBT di bandara, peningkatan efisiensi energi, manajemen energi dan kontribusi penurunan emisi gas.

“Kami memohon bantuan dari Ditjen EBTKE untuk membuat konsep energy management dalam rangka mewujudkan green airport di bandara PT Angkasa Pura II. Untuk pilot project akan dilakukan di Bandara Banyuwangi, Jawa Timur, karena di sana pembangunannya sudah mengadopsi ke arah green airport.”

PT Angkasa Pura II menargetkan dalam dua tahun penggunaan EBT pada bandara kelolaannya bisa mencapai 10% dalam dua tahun mendatang. Saat ini suplai listrik ke Bandara Soekarno-Hatta saja bisa sebesar 65 megawatt. “Dan pada 2 tahun mendatang kami menargetkan suplai dari EBT bisa menggantikan 6,5 megawatt suplai tersebut,” pungkas Muhammad Awaluddin.

Baca Juga: Angkasa Pura II Siapkan Layanan VIP bagi Pekerja Migran Indonesia

Adapun saat ini di kawasan Bandara Soekarno-Hatta sudah dilakukan pemanfaatan EBT. menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di atap gedung Airport Operation Control Center (AOCC) dengan kapasitas maksimal 241 kWp. PLTS tersebut menjadi pintu masuk bagi energi baru terbarukan untuk digunakan lebih maksimal di bandara-bandara PT Angkasa Pura II.

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM FX Sutijastoto mengatakan, MoU ini akan menjadi penting karena secara global sudah terjadi transformasi energi, perubahan dari energi fosil ke energi baru terbarukan. “Kita harapkan realisasi transformasi perubahan itu bisa berjalan optimal,” pungkasnya

(nng)

Close