SURABAYA – Sebagai sosok yang sedang menghadapi problematika eksistensi dan rasa penasaran terhadap hal baru, seorang anak kerap menjadi sasaran empuk para pengedar narkoba.

Apalagi mereka belum bisa menyaring segala jenis informasi yang masuk, sehingga mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar yang dianggap baik.

Dari situlah para pengedar narkoba tidak kekurangan akal dalam mencari mangsanya melalui berbagai cara untuk mempengaruhi anak-anak.

Fenomena tersebut menjadi perhatian Salma Nisrina Nurhanifah. Menurutnya hal ini harus menjadi perhatian lebih lagi bagi pemerintah dan juga orang tua.

Baca Juga:
  • Balai Anak Toddopuli Sosialisasi Program Kompak di Kabupaten Sidrap
  • Perang Lawan Narkoba, BNN Aceh Libatkan Pengamen
  • 2 Mama Muda di Tanjungbalai Terciduk saat Transaksi Narkoba

Untuk itulah calon wisudawan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya ini meneliti tentang fenomena penyalahgunaan narkotika pada anak.

Ia menuangkan hasil penelitiannya dalam lembaran Skripsi berjudul “Kewajiban Orang Tua Melaporkan Anaknya sebagai Pecandu Narkotika”.

Peraih predikat Skripsi Menarik ini mengatakan, topik tentang anak pecandu narkoba menggelitik pikirannya lantaran adanya pertentangan peraturan antara dua kewajiban hukum yang harus dilaksanakan oleh orang tua, sehingga membuat mereka bingung.

Pasal 26 Ayat (1) Huruf A UU No 35/2014 tentang Perlindungan Anak mengatur kewajiban orang tua dalam melindungi anaknya.