Akses Jalan Alternatif Dinilai Tak Representatif, Pembangunan Jembatan Diprotes Warga

GUNUNGKIDUL – Upaya pembangunan jembatan untuk memudahkan akses warga Kapanewon Gedangsari mengalami kendala. Ini lantaran protes warga terkait pembangunan jembatan Buyutan yang dilakukan Pemda DIY dikhawatirkan mematikan lalu lintas ekonomi warga.

“Kami tidak protes kami butuh solusi. Mumpung ada pak Bupati kami butuh jalan alternatif yang bisa dilalui kendaraan roda empat, saat jembatan Buyutan ini dibangun untuk dilebarkan,” terang Mulyono salah satu warga saat bupati Sunaryanta melakukan tinjauan lapangan, Senin (5/4/2021).

Menurutnya, upaya membangun jalur alternatif saat ini tidak representatif. Ini lantaran hanya bisa dilalui roda dua saja. Padahal warga juga membutuhkan akses ekonomi seperti UMKM agar bisa tetap berjalan. Baca: Drama Kudeta Partai Demokrat, AHY Bantah untuk Dongkrak Elektabilitas Partai.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan akan membahas masalah tersebut. Jangan sampai karena warga tidak kooperatif menghambat pembangunan yang tujuannya juga untuk akses warga ke depan lebih baik dan layak. “Ini bisa dirembug bersama. nanti kita cari solusi, kami dari Pemkab, kemudian dari Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY,” ulasnya.

Dia berharap masyarakat juga bisa memahami ketersediaan anggaran sehingga ada jalan keluar yang baik dan tidak menimbulkan masalah atau terganggunya proses pembangunan jembatan. Baca Juga: Banjir Bandang NTT, Bupati Lembata: 8 Jalan Penghubung Desa Putus dan Terancam Krisis BBM.

Baca Juga:
  • Ditinggal Liburan, Rumah ASN Diobok-obok Maling
  • Revitalisasi Terminal Baranangsiang Baru Dimulai Tahun 2022
  • Polda Jatim Ungkap Kasus Peredaran Regulator LPG Tak Ber-SNI
(nag)

Close