90 Pengungsi Rohingya Hanyut di Tengah Laut Andaman Beberapa Pekan

90 Pengungsi Rohingya Hanyut di Tengah Laut Andaman Beberapa Pekan

DHAKABangladesh meminta negara-negara di sekitar Laut Andaman menyelamatkan pengungsi Rohingya yang terapung selama beberapa pekan.

“Negara-negara lain, terutama yang, di perairan teritorialnya ditemukan kapal, memikul tanggung jawab utama dan mereka harus memenuhi kewajiban mereka sesuai hukum internasional dan prinsip pembagian beban,” ungkap pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Bangladesh.

Sembilan puluh pengungsi Rohingya, termasuk 65 wanita, meninggalkan Bangladesh dengan perahu pada 11 Februari 2021.

Baca juga: Pendukung Kudeta Militer Myanmar Mengamuk, Serang Penentang di Yangon

Baca Juga:
  • Patut Dicontoh, Wanita Saudi Dihukum Mati karena Bunuh PRT Bangladesh
  • Tak Seperti Malaysia, Porsche Justru Ogah Bangun Pabrik di China

Mereka berharap bermigrasi ke Malaysia atau negara ketiga lainnya yang sesuai melalui rute laut yang berisiko. Mereka memimpikan kehidupan yang lebih baik.

Baca juga: Putri Latifa Desak Inggris Buka Lagi Kasus Penculikan Kakak Perempuannya

“Tetapi perahu para pengungsi Rohingya itu terapung-apung setelah mesinnya mati saat melintasi Laut Andaman,” papar pernyataan yang dikeluarkan pengawas hak asasi internasional Fortify Rights pada Selasa.

Lihat infografis: Belanda Siap Ubah Bentuk Pesawat Komersial yang Selama Ini Ada

Close