INDRAMAYU – Juru Bicara Basarnas Yusuf Latif mengatakan, Anak Buah Kapal (ABK) KM Barokah Jaya yang tenggelam di laut Indramayu, masih berjumlah 15 orang lagi. Diduga, para korban telah terbawa arus laut.

“(Kapal KM Barokah Jaya) masih mengapung dengan kondisi terbalik, diikat diburitan kapal MV Habco Pioneer. Prediksi kami, korban yang hilang, hanyut karena kondisi korban utuh,” kata Yusuf, kepada Sindonews, Minggu (4/4/2021).

Baca juga: Lokasi Jauh Sebabkan Operasi Penyelamatan ABK Korban Tabrakan di Laut Indramayu Terlambat

Dilanjutkan dia, ABK Habco Pioneer sempat ada yang melihat ABK KM Barokah Jaya yang mengambang dengan baju orange, sekira pukul 01.00 WIB. Namun, ABK tersebut belum dievakuasi.

Baca Juga:
  • Tangis Wasito Pecah, Putranya yang Masih SMP Selamat Dari Tabrakan Kapal di Laut Indramayu
  • Tangis Pecah Saat Keluarga ABK MV Barokah Jaya Mendatangi Polairud
  • 2 Korban Tabrakan Kapal di Perairan Indramayu Ditemukan Tewas

“Karena dari info ABK MV Habco Pioneer melihat korban ngambang memakai baju orange, pada pukul 01.00 WIB, dini hari. Ya, jadi kapal itu masih ngegantung di permukaan sampai kedalaman 11 meter dalam posisi terbalik,” jelasnya.

Baca juga:Ngerinya Badai yang Terjadi di Kota Kupang, Warga Hanya Bisa Berdoa

Dari total 32 ABK KM Barokah Jaya yang menjadi korban tabrakan dengan MV Habco Pioneer, di 60 mil laut utara perairan Indramayu, sebanyak 17 sudah ditemukan. Dari jumlah itu, dua orang ditemukan meninggal.

Sementara itu, tim penyelam dari Basarnas Special Group (BSG) memastikan, bahwa sudah tidak ada lagi korban dalam bangkai KM Barokah Jaya yang terbalik, karena menabrak kapal MV Habco Pionner di laut Indramayu.

“Penyelaman dihentikan, karena kondisi cuaca dan perairan kurang mendukung. Serta, sudah tidak ada korban di dalam kapal MV Barokah Jaya dan disepanjang jaring ikan. Selanjutnya korban dievakuasi ke posko Indramayu,” jelasnya.

Dengan demikian, hasil operasi pencarian ABK hari ini berhasil menemukan dua orang dalam kondisi meninggal. Maka, masih ada sekira 15 ABK lagi yang masih hilang. Saat penyelaman, cuaca tampak mendung dan arus kencang

(msd)